Aneh ni orang. Ngajak aku begini, "Hari Kamis kita ke Gorontalo".
Orang normal akan nanya, " Aku mau ke Gorontalo Kamis depan. Ikut yuk. Kamu bisa ?
Trus nanya nama sesuai ktp. Booking tiket. Trus info ke aku klo berangkat hari Kamis jam sekian pake pesawat x, kasih kode booking.
Ini orang cuma bikin pernyataan "Hari Kamis kita ke Gorontalo" trus tidak ada tindak lanjutnya. Begitu hari Kamis tiba, dia lupa.
Dia cerita klo punya Money Changer di Bandara. Beberapa TKW nitipin anak ke Money Changer dia, trus ditinggal. Jadi anak-anak itu dipungut dia, disekolahin sampai sarjana. Ada 11 anak pungut yang diambil. Anak pungutnya ada orang Australia, Arab, India, Cina dll. Jika hari libur, dia akan main dengan anak-anak itu, makan-makan, belanja-belanja di Mall, guyon-guyon. "Rasanya bahagia sekali" cerita dia.
Sik sik. Anak-anak TKW dari luar nikah kok ada yang anak Australia, India, Cina, Jepang, Arab ? Setahuku TKW yang diperkosa hingga punya anak di luar nikah hanya TKW yang kerja di Arab. Belum pernah saya dengar bahwa ada TKW kita di Australia diperkosa trus pulang bawa anak ke Indonesia.
Trus angkat anak 11 orang. Memenuhi kebutuhan anak mulai dari makan hingga sekolah itu butuh biaya sangat besar. Apa dia seorang yang kaya raya ?
Kita ini satu kota. Masa si ada orang kaya dari kotaku aku tak tahu. Orang kaya mah pasti ketahuan. Bakal sering dimintai sumbangan atau jadi sponsor acara. Aneh kali bila dia tidak dikenal oleh orang sekotaku di Jakarta. Berarti biasa-biasa dong. Berarti gak kaya banget dong. Kok ngaku-ngaku kaya? Bohong kan ? Xixixi
Pernah ni dia ngundang aku, "Datang ya ke Rumah Makan xxx daerah Kelapa Gading hari Senin pukul 12 siang. Pak Menteri Anu ultah. Nanti Nina saya kenalkan dengan Pak Menteri."
Dia ngundang aku. Apa dia yang mengadakan (sponsor) makan-makan pada ultah Pak Mentri ?
Pak Mentri makan siang di Resto Kelapa Gading hari kerja ?
Jika dia bukan sponsor, loh kok ngajak aku? Aku kan bisa salah tingkah di Resto.
Begitu hari H tiba, aku ingat dong. Eh dianya lupa.
Jam 11 siang dia bbm aku, cerita bahwa dia sedang di Pacific Place.
Loh, katanya pukul 12 siang ada acara dengan Pak Mentri di Kelapa Gading, kok pukul 11 masih santai-santai di Pacific Place.
Naik mobil dari Pacific Place ke Kelapa Gading bisa 2 jam lebih perjalanan loh.
Ternyata ngundang makan bersama Pak Mentri di Kelapa Gading hanya bualan kan ? Sudah membual, ngundang-ngundang orang pula. Kalo aku percaya gimana ? Hehehe, jadi orang setres dong tengak-tenguk di Resto itu.
Dasar orang halu !!!
Pantas bila ngobrol dengan dia kepalaku langsung pusing. Lah dia halu gitu.
Mula-mula si senang ketemu teman lama. Begitu dia cerita tentang kuliahnya, usahanya, kok aku jadi stress dengarnya. Lama baru nyadar klo dia halu.
Dia bilang "Yuk Nin kita pulang kampung. Aku bulan depan mau pensiun. Nanti kita beli tanah 10 hektar. Kerjaku berkebun dan ngantar Nina kemana-mana".
Tanah 10 hektar itu 10 kali 10 ribu meter persegi cuy. Asal ngomong ni orang tanpa dipikir.
Kok ngajak aku tinggal di Gorontalo ? Emang pernah nanya apa keinginanku?
Apa ada duit untuk beli tanah 10 hektar ?
"Yuk Nin. Kita ke Gorontalo. Aku mau mencalonkan diri jadi Walikota Gorontalo."
Lho lho. Katanya sudah mau pensiun. Mau menikmati duit yang sudah banyak itu. Lho kok mau jadi Walikota ? Tujuannya apa jadi Walikota ?
Kok sudah mau balik ke Gorontalo untuk pensiun?
Apa kabar dengan anak angkat 11 orang tambah 2 anak sendiri, yang belum kuliah itu ?
Bagaimana biaya makan dan kuliah anak-anak itu ?
Kok mau ditinggal begitu saja ?
Lha iya lah. Wong anak angkat 11 orang cuma cerita orang halu.
Sudah bener kau block dia Nin. Syarafmu bakal terganggu kalo mendengarkan cerita dia.
Itulah. Banyak orang yang kena gangguan jiwa namun tidak berobat karena tidak sadar.
Aku jadi temannya saja jadi pusing dengerin ceritanya.
Aku block dia karena ngajak kawin.
Enak aja. Ada istri kok ngajak kawin aku. Emang aku wanita apaan ? Cuih.
Xoxoxoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar