Yang mengganggu itu, beliau jadi suka ceramah. Klo lagi ngobrol, beliau suka menyelipkan pesan-pesan sponsor seperti "Tadi Ustaz A ceramah seperti ini bla bla bla".
Ibu ini tidak suka diceramahi. Dia akan ngomong "Aku tak perlu diajarin".
Itulah. Kita ini memang perlu cermin kok. Kita ingin sharing ke orang lain sementara orang itu tidak suka atau empet.
Ibu ini suka nyindir aku yang malas dengar pengajian. Dia sendiri tak suka diceramahin, tak suka diajarin dan tak suka disindir.
Maaf maaf aja. Sudah ribuan ceramah yang saya dengar. Dan banyak sekali penceramah yang dangkal dan sempit.
Fenomena di negeri kita seperti ini. Penceramah agama banyak yang malas membaca. Beda seperti bumi dan langit, penceramah yang dangkal dengan Cak Nun atau Quraish Shihab.
Bila Anda seorang yang hobi membaca, mulai dari novel Leila S. Chudori hingga Kevin Kwan Anda lahap, kira-kira masih semangatkah baca tulisan Felix Siauw atau Jonru ? Gak ada waktu kalii.
Waktu dan energi kita terbatas. Barang-barang di rumah aja perlu sering disortir. Walo masih bagus, jika tidak butuh maka perlu kita berikan/buang. Agar ada space di rumah kita.
Kita perlu sortir barang rumah tangga, pakaian, buku, useless friend (yang tidak mendukung kita), useless activity dan terutama useless ceramah. Bikin penuh pikiran aja. Pikiran jadi tidak punya space untuk berpikir jernih dan kreatif.
Xoxoxo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar