Rabu, 19 Juli 2017

Grateful for Life

Alhamdulillah.
Bisa mencapai umur 51 tahun.
Bisa belajar pengetahuan sejati.
Bertemu Guru sejati.
Sembah sujud untuk Bunda Ilahi.

Sebelumnya ini bingung baca kitab-kitab.
Bingung dengar ceramah-ceramah.
Menyesali nasib.
Takut sekali pada kematian.

Dari dulu kesehatan kurang prima.
Umur 30 tahun bila abis senam harus istirahat tidur dulu baru bisa beraktivitas.
Kagum pada tetangga, yang pagi-pagi sudah masak dan beberes, senam, terus kondangan dengan suami.
Saya habis senam 1 jam saja badan rontok.
Tetangga yang kukagumi itu beberapa tahun lalu operasi jantung. Divine Comedy.

Saat ini saya ada gejala osteoporosis dan ada masalah ginjal.
Harus berhati-hati minum obat ini itu.
Minum yogurt homemade tiap hari.
Jalan kaki sambil berjemur tiap pagi.
Ya harus diterima usia tua dan badan lemah.
Harus diterima bila harus tetap mencari nafkah untuk membiayai diri.

Not bad lah untuk usia 51 tahun.
Kupikir usiaku tidak mencapai 40 tahun.
Saat umur 30 tahun, bila migren melanda, saya bisa tergeletak selama 3 hari di tempat tidur.
Saat itu saya berterimakasih pada suami yang tidak protes karena tidak dilayani.
Namun dia cuek. Tidak pernah terpikir bagi dia untuk membawa saya ke dokter. Saya ke dokter sendiri dan mengurus diri sendiri. Memang si suami itu tidak care, kurang sayang sama saya.

Anak teman umur 3 tahun kena kanker darah.
Ada Yayasan Kanker Anak.
Ada anak belasan tahun yang kena Mystenia Gravis.
Temanku hidup dengan Mystenia Gravis selama 4 tahun. Bulan Maret lalu sudah kembali ke Ar Rahman.
Ada teman seumur yang sudah meninggal karena kanker darah, kanker otak, kanker paru, serangan jantung.

Mbak Gayatri umur 35 tahun kena 2 macam sakit AutoImun sekaligus.
Beliau harus tetap mencari nafkah.
Tiap hari harus minum obat.
Setiap hari badan sakit skali, kata beliau.
Kadang Beliau marah-marah di FB. Saya maklum. Badan yang sakit membuat mood jadi tidak enak.
Badan sakit yang lemah.
Kena tulang dan ginjal.
Organ ginjal menentukan kekuatan kita.
"Saya kehilangan karir yang cemerlang, kecantikan, perkawinan, keuangan yang mapan" , tulis Mbak Gayatri. Anak-anaknya yang cantik ikut mantan suaminya.
Semoga dari penderitaan muncul pencerahan.
Sebagaimana Siddharta Gautama.
Banyak orang yang sengaja melakukan puasa berbagai cara, agar merasakan penderitaan.
Semoga dari penderitaan muncul pencerahan dan kebahagiaan. Amiin amiin.

Penyakit karena karma kita. Sudah jalan hidup.
Saatnya untuk melakukan dharma bhakti sebaik-baiknya.
Agar bisa lepas dari samsara.
Kembali ke Ar Rahman.
Amiin amiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar