Banyak wejangan bagus dari beliau. Perlu satu tulisan tersendiri ni. Antara lain, bakat menulis itu ada pada setiap orang sejak lahir.
Mau rajin nulis lagi ah. Biar pikiranku tidak liar dan ganas. Menulis membuatkan melihat banyak jalan dalam menempuh hidup ini. #tsaah.
Writing is a kind of meditation. Writing makes me know more about myself, my problem, my weakness & strength. *Maafkan bahasa Inggris yang kacau balau ini yak.
Begitu selesai acara, aku lihat-lihat buku. Kok pinggang sakit skali. Badan lemas. Oh No. Aku gak sanggup sakit.
Sambil jalan pulang naik TransJakarta, saya memijat pinggang belakang dengan minyak yang saya bawa. Sambil prihatin. Takut kenapa-napa. Ginjal berhubungan dengan tenaga & vitalitas. Saya hidup sebatang kara, harus bekerja membiayai diri. Bagaimana klo saya sakit ?
Sepanjang perjalanan pulang emosi saya meningkat. Banyak hal yang memancing kemarahan.
Stay calm. Breath. Baca doa pengasihan. Let it be.
Sampai di rumah, minum air beberapa gelas. Bangun pagi badan segar. Pinggang tak sakit lagi.
Terimakasih Bunda Ilahi. Ternyata saya kurang minum. Saya perlu perhatian juga pada ginjal. Kira2 18 tahun yang lalu, kaki saya bengkak. Jalan seperti orang tua. Ternyata karena sering makan hati ampela di Rumah Makan Padang. Alhamdulillah, kaki tidak bengkak-bengkak lagi. Warning! Harus berhati-hati dengan ginjal.
Dan siang ini saya sedih sekali. Kalung kenangan saya bersama Suhu hilang. Sedih skali. Kecewa. Mengapa bisa jatuh ? Mengapa saya bisa teledor sehingga kalung berharga bisa hilang. Huhuhuhuhuhu.
Semua materi bakal hilang. Ajaran, budi baik dan kasih selalu di hati. Terbawa bersama ruh, melintas melampaui ruang dan waktu.
Gustiiiii...
Bunda Ilahi....
Huhuhuhu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar