Jumat, 14 Juli 2017
Learning from: Crazy Rich Asians
"Belajar dari pengalaman orang lain.
Belajar dari Steve Jobs. Ketika sakit, kekayaan luar biasa tidak akan berarti.
Belajar dari Jet Lee. Duit banyak namun menderita sakit tiroid.
Hidup bukan hanya soal uang, "
Demikian yang saya ingat ketika Meet & Greet with Pak Anand Krishna di Gramedia Central Park Jakarta 18 Juni 2017.
Banyak novel yang bisa kita serap menjadi pelajaran hidup. Antara lain novel "Crazy Rich Asians" tulisan Kevin Kwan.
Novel ini bercerita tentang kehidupan orang-orang Cina Peranakan yang sangat kaya di Singapore.
Kita hidup dalam masyarakat yang matre. Kesuksesan dilihat dari anak, keluarga, sekolah, pekerjaan, kekayaan. Banyak pejabat publik yang korupsi karena serakah ingin kaya.
Belajar dari pengalaman orang lain.
Hidup di dunia ini tidak mungkin ada manusia yang hidupnya senang terus atau susah terus. Silih berganti.
Tokoh-tokoh kaya raya dengan duit tak berseri juga mengalami kesusahan, di samping kesenangan.
Sering saya dengar dari Mbak-mbak ART atau Suster cerita seperti :
"Si Ani senang kerja di Apartemen Paku Buwono. Gajinya besar. Majikannya baik. Ani sering diberi bonus."
"Ibu Majikan saya pelit. Sangat hemat makanan. Jarang kasih bonus."
Kesenangan diukur dengan materi.
Ingin mendengar seperti ini:
*Alhamdulillah, gaji cukup. Saya sehat sehingga bisa bekerja dengan baik. Boss orang baik, memberi kepercayaan besar pada saya. Saya ada waktu untuk mengembangkan diri. Saya bisa membaca dan banyak belajar ketrampilan dan ilmu tentang kehidupan di tempat kerja saya ini."
Mengapa kita menjadi masyarakat yang matre ?
Klo kita jadi kaya raya pun, masalah hidup tetap ada.
Yang penting mohon diberi kecukupan. Sehingga kita tidak harus mengemis demi sesuap nasi, bayar listrik & beli pulsa.
Namaste
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar