Kamis, 27 Juli 2017

Rumah Sehat

Ibu Norma Tanoko menulis status di FB tentang keprihatinannya melihat suasana di RS Pasar Rebo Jakarta. Pasien membludak seperti pasar malam. Berobat memang gratis karena pakai BPJS namun antrinya dari pukul 4 pagi. Gusti...

Beda dengan rumah sakit-rumah sakit di Eropa yang kecil dan sepi. Berarti pasien sedikit.

Iya juga si. RSU yang gratis biasanya membludak oleh pasien. Yang saya saksikan seperti itu, bila sedang menengok teman yang sakit. Pasien di RS Swasta tidak membludak karena sangat mahal. Saya sering terkaget-kaget dengar cerita teman yang tagihan berobat di RS Swasta yang terlalu tinggi. Tidak manusiawi. Makanya banyak orang kita yang lari berobat ke Malaysia atau Singapore.

"Nama "Rumah Sakit" aja sudah salah, " tulis Bu Norma. Harusnya "Wellness Centre" atau "Wellness House".

Heeh. Rumah Sakit di Barat namanya "Hospital", "keramahan". Orang yang sakit akan diurus dengan keramahan. Di negeri kita namanya Rumah Sakit, rumahnya orang sakit. Dengar namanya saja jadi ngilu.

Orang kita ini makannya kurang sehat rata-rata. Dimana-mana ada penjual gorengan yang laris manis. Digoreng dengan minyak kelapa sawit. Minyaknya dipakai untuk beberapa kali goreng. Kadang ditambah plastik agar gorengan renyah sampai lama.

Goreng pakai minyak sawit jelas kurang sehat. Minyak dipakai berkali-kali jelas beban untuk liver. Terlalu sering makan gorengan, beban berat untuk ginjal.

Makanan orang kita kebanyakan mie instan dan gorengan. Makan gorengan jangka panjang sangat membebani liver dan ginjal. *ambil cermin.

Dana BPJS terbesar dipakai untuk pasien kanker dan gagal ginjal. Penyakit yang disebabkan gaya hidup kurang alami.

Dan yang paling parah, menurut Bu Norma, adalah kebencian yang dihembuskan hingga merusak badan.

Empat bulan menjelang Pilkada DKI, kebencian disebarkan kemana-mana, via tv, via media sosial, via pengajian. Kebencian menyebar di udara, dihirup masyarakat, menjadi racun untuk tubuh.

Seorang pejabat publik, yang penuh cinta kasih kepada rakyat, yang jujur, pintar, pekerja keras, yang mencurahkan waktu, tenaga, pikiran untuk melayani dikirim ke penjara untuk ucapan yang kesleo, yang tidak sengaja.

Begitu banyak Ustaz yang kesleo bicara, dengan mudah dimaafkan. Ustaz, yang ceramah di tv, bahwa ada pesta seks di surga dengan mudah dimaafkan. Ustaz yang maki-maki Pemerintah dengan mudah dimaafkan.

Kacau. Kekacauan ini yang ditangkap oleh tubuh. Tubuh yang kacau menjadi sakit-sakitan karena tidak selaras.

Semoga semua makhluk damai dan berbahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar