Senin, 05 Oktober 2015
Belajar dari Akun Hosip
Tak ada orang yg suka digosipin. Dan gosip bisa lebih berbahaya dari satu kebohongan *pernah baca quotenya. Karena gosip adalah berita yang dihembuskan tanpa cover both sides dan pastinya tanpa klarifikasi. Saya pernah merasakan bagaimana digosipkan oleh saudara sepupu, dan hingga hari ini dia tidak pernah minta maaf. Namun sudah terbayar sii. Dia pernah jadi buah bibir karena suatu "aib". Life !!!
Namun hari ini saya follow satu akun gosip di twitter dan instagram. Tidak semua saya baca karena tidak penting. Namun ada yang perlu kita renungkan. Ada berita yang menjadi rahasia umum namun tidak diberitakan untuk menghindari somasi.
Ada cerita tentang artis muda cantik yang bercerai, antara lain, karena ibunya matre. Suami pertama sudah berusaha memberikan materi sesuai kemampuan, namun tetap saja tidak cukup. Artis ini bercerai lalu menikah lagi. Ternyata suami baru ini mengecewakan sehingga artis ini bercerai lagi dengan usia pernikahan yang sangat pendek.
Yang menarik adalah, artis muda ini sekarang mengenakan jilbab syar'i.
Begitulah. Kita banyak melakukan kekhilafan. Dan ada yang mau menebus kekhilafan itu dengan "taat beragama", antara lain dengan mengenakan jilbab.
Kita memang perlu memaafkan diri dengan melakukan hal yang baik. Untuk kesehatan jiwa dan pikiran kita.
Ajahn Brahmn menyarankan untuk melakukan kegiatan sosial untuk menebus rasa bersalah. Sharing pengetahuan, waktu, perhatian, apa pun akan membuat kita merasa baik. Di Vihara Ajahn Brahmn, menebus kesalahan bisa dengan pukulan kucing. Pukulan kucing berarti mengelus-ngelus kucing. Menebus rasa bersalah dengan melakukan kebaikan pada diri dan orang lain.
Ada artis yang melakukan seks bebas sebelum nikah. Sekarang artis ini berjilbab.
Jadi ingat seorang penyanyi rock yang "bertaubat" dengan ekstrim. Beliau ini pernah ceramah di pengajian kompleks saya. Ibu tetangga dikatakan "laknat" oleh dia karena menampakkan wajah tidak setuju atas ceramah dia.
Baru saja saya membuka FB seorang ibu yang anaknya bunuh diri. Ibu ini teman dunia nyata saudara saya. Jadi kebaca deh wall beliau. Beliau mengobati rasa "bersalah" dan kehilangan dengan berjilbab dan "taat beragama".
Fenomena "bertaubat" dengan "taat beragama" ini menarik. Kadang, bertaubatnya menjadi ekstrim. Ada yang jadi "pembela kebenaran". Ini menjadi masalah baru...
Ada artis yang ibunya sangat matre. Surga ada di telapak kaki ibu. Neraka juga...
Ada artis-artis yang menjadi simpanan. Ada yang bisa dibooking. Padahal penghasilan mereka cukup untuk hidup bila tidak neko-neko loh. Maunya neko-neko sii.
Sekian update hosip kali ini. Topiknya adalah "menebus rasa bersalah" dan "matre is in the air".
Semoga kita semua dikaruniai pikiran yang jernih. Amiin.
TerimaKasih. Namaste
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar