Jumat, 17 Juli 2015
Samsara 1
Bapaknya Sj meninggalkan istri dengan 4 anak. Dia pergi begitu saja tanpa tanggung jawab.
Sj diadopsi oleh sepasang suami istri yg tak punya anak. Sj dibesarkan hingga waktunya menikah.
Sj setia pada istri dalam arti tidak menikah lagi dan selalu pulang ke rumah. Namun kecuekannya membuat istri sakit hati. Sj tak peduli istri mau sakit badan, sakit hati, sakit jiwa. Yang penting bagi Sj, kebutuhannya terpenuhi. Dia makan cukup, bisa bersenang-senang, anak-anak sehat, dan yang terpenting, dia bisa pamer pada masyarakat. Dia suka pamer keluarganya yang sukses pada masyarakat.
Sj punya anak PW. PW ini meniru perilaku Bapaknya, Sj. PW tak peduli istri mau sakit hati, sakit badan atau sakit jiwa. Yang penting bagi dia, keinginannya tercapai.
Itulah samsara. Lingkaran berulang. Sifat buruk menurun pada anak, sebagaimana sifat baik.
Itulah sisa evolusi sebagai hewan. Dunianya adalah mementingkan diri sendiri. Tak bisa terpikirkan bahwa dunia itu luas. Bagi dia, dunia itu adalah keinginannya terpenuhi. Orang lain, bahkan istri sendiri, mau menderita, peduli amat.
Mari menjernihkan diri agar menjadi manusia ๐ Mari berusaha ๐
Kamis, 14 Mei 2015
Become Real
Buku-buku favorit Saraswati antara lain Autobiography of A Yogi, Paramhansa Yogananda dan Siddhartha, Herman Hesse. Dua buku fenomenal ini begitu mengesankan sehingga menjadi nyata dalam kehidupan seorang Saras.
Paramhansa Yogananda dan Siddhartha adalah orang-orang single. Saras juga seorang single. Banyak orang menduga bahwa seorang Saras trauma dengan pernikahan, Saras trauma menjalin hubungan cinta. Padahal tidak seperti itu. Prioritas hidup Saras bukanlah berkeluarga, membina kehidupan sakinah mawaddah wa rahmah. Saras sibuk dengan legenda hidupnya, menjadi seorang Mojud, menjadi seorang Siddhartha.
Saras terkesan dengan seorang Mojud, a dam mast qalandar. Mojud melepaskan perhitungan untung rugi dalam hidupnya. Mojud menjadi seorang pengembara dengan cinta membara. Dan orang sembuh ketika menyentuh jubahnya. Mojud tak peduli. Dia Mojud, dia Ada. Kehidupan dunia, senang susah kaya miskin hanyalah permainan belaka.
Novel Siddhartha karya Herman Hesse benar-benar fenomenal. Pantas Herman Hesse mendapatkan hadiah Nobel untuk Sastra. Dan perjalanan Siddhartha menggugah Saras untuk berjalan bersama Siddhartha. What a journey.
Like a river, everything returns. -Herman Hesse in Siddhartha.
What a quote. Mengingatkan pada arti simbol Infinity Dragon. All is one. Hurting others is hurting myself.
Dan Saras menjadi sebagaimana seorang tokoh dalam buku favoritnya. Cerita dalam novel menjelma dalam kehidupan nyata.
Rabu, 22 April 2015
Up to You
Seorang teman cerita tentang proyek puluhan milyar yang sedang diincarnya...
Saras tersenyum...
Seorang teman cerita tentang baju-baju yang dijahitnya, harga bahan dan harga jahit sekian... Mahal...
Seorang teman cerita tentang liburan ke Eropa...
Saras tersenyum...
Saras sudah melewati point dimana tabungan dan duit di tangan kosong. Saras memutuskan untuk tidak meminta maupun meminjam duit. Bila tidak mendapat rezeki berarti sudah saatnya Saras meninggal dunia. Bye...
Saras sudah tidak peduli dengan hinaan-hinaan yang diterimanya...
Saras sudah tidak peduli bila harta warisan tidak sempat dicicipi namun jatuh pada kakaknya yang memalingkan muka dari dia...
Saras sudah tidak peduli pada cerita seorang teman yang sering membuatnya puyeng. Misalnya teman ini cerita hari Kamis minggu ini dia akan ke kota B. Besoknya dia cerita akan ke kota C dari hari Senin hingga hari Sabtu. Puyeng bila dihubungkan. Tidak masuk akal.
Teman yang ceritanya kacau ini bercita-cita untuk membahagiakan Saras. Namun cara dia berbicara yang tidak masuk logika membuat Saras puyeng cenat-cenut. Saras memutuskan untuk membiarkan si teman ini berbicara seenak udelnya. Silakan aja. Saras akan berlagak pilon. Cerita akan masuk telinga kanan keluar telinga kiri.
Saras tersenyum...
Terserah padaMu Bunda Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Tiba-tiba Saras mendapatkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka, ketika Saras sudah menyerah.
Anand bhaia meri mayi...
Sad Guru mer paia *singing
Oh Mother look, I am sooo happy.
I have met The True Guru...
Sabtu, 18 April 2015
Perfeksionis
Saya termasuk perfeksionis. Bila sudah suka pada buku satu penulis maka saya akan mengoleksi buku-buku dari pengarang tersebut.
Saya mengoleksi buku-buku karya Anand Krishna, NH. Dini, Paulo Coelho, Dee Lestari, A. Fuadi, Raditya Dika, Alberthiene Endah, Ika Natasha, Andrea Hirata, Leila S. Chudori dll. Berburu buku yang sudah menjurus ke "temptation".
Saya punya seri buku "Lima Sekawan", seri chicklit Sophie Kinsella, buku seri Olga dan Lupus, buku seri Emil dan Pippi dst.
Rasanya fardhu ain untuk punya koleksi buku dari penulis favorit. Padahal setelah dikoleksi, perasaan biasa saja. Memangnya kenapa bila tidak lengkap.
Demikian pula dengan belajar. Saya belajar harus perfeksionis. Belajar massage harus perfeksionis. Sesudah belajar massage tradisionil merasa wajib belajar massage aromatherapy, lanjut belajar massage a la Ayurveda, Shiatsu, Tuina. Sampai kapan juga tidak bakal selesai belajarnya.
Belajar perawatan wanita juga begitu. Mulai dari perawatan rambut, wajah, manicure pedicure, make up, gunting, memakai hijab. Terus terus sehingga menjadi Jack of all trade.
Saya senang koleksi batu kristal. Rasanya wajib mengkoleksi kristal mukai dari Rose Quartz hingga Rutilited.
Yang mewajibkan itu siapa? Mengapa harus sempurna? Rupanya nafsu menggebu yang mengharuskan saya untuk perfeksionis. Sifat yang sangat merugikan dan memboroskan uang waktu tenaga.
Jadi tak heran saat membaca buku "Hermes Temptation" karya Alexandra Dewi dan Fitria Yusuf. Begitu punya satu tas Hermes, pingin lagi lagi lagi.
Nafsu tak pernah puas.
Makanya nafsu (kama) itu diarahkan untuk menuju moksa (kebebasan dari keterikatan duniawi menuju Dia). Sementara harta (artha) diarahkan agar bisa menjadi dharma kita. Demikian arti simbol Swastika yang saya baca pada buku "Feng Shui Awareness" karya Anand Krishna.
Bila nafsu diarahkan ke arah harta, tidak bakal selesai dalam berkali-kali masa kehidupan.
Kadang keadaan kritis menjadi berkah. Tabungan saldo minimal, duit di dompet sangat tipis membuat kita tidak bisa memanjakan sifat perfeksionis kita.
Saya ingin mencoba eyeliner yang baru direkomendasikan teman. Padahal saya sudah punya 2 eyeliner cair, beberapa eyeliner pensil. Saya tidak bisa memenuhi nafsu saya karena kondisi keuangan yang layak masuk UGD.
Alhamdulillah. Kadang kepahitan hidup membawa keberkahan. Amiin... Semoga...
TerimaKasih... Namaste
Rabu, 15 April 2015
Nyonya Jetset
Membaca novel berdasarkan kisah nyata yang ditulis oleh mantan wartawan majalah "Femina", Alberthiene Endah membuatku sangat bersyukur.
Itulah kekuatan sebuah buku. Kita bisa menyelami kehidupan orang lain tanpa harus mengalami sendiri atau harus bergaul dengan orang tersebut.
Kehidupan kaum sosialita tak terbayangkan oleh saya. Bila berjalan di koridor Grand Indonesia, Plaza Senayan, Pondok Indah Mall, kadang saya bertanya dalam hati, wanita mana gerangan yang bisa membeli baju, tas, sepatu, perhiasan yang harganya melebihi biaya hidup saya berbulan-bulan.
Memang ada orang atau keluarga yang diberi kesempatan untuk kaya raya ya, seperti keluarga Krisantono dalam cerita novel ini. Jadi pengusaha batu bara memang bergelimang duit boo... bergelimang masalah juga. .
Bagaimana rasanya jadi Nyonya Jetset ya... Beli baju bagus tidak perlu mikir. Beli sepatu dan tas branded ayo. Beli perawatan wajah Kiehl tinggal gesek. Mau ke spa terbaik, perawatan wajah, rambut tinggal gesek kartu. Beli seperangkat make up Mac tidak perlu menabung. Senangnya...
Ternyata tidak senang juga bila kita tidak bebas. Bagai burung di sangkar emas. Tidak happy, tidak ceria...
Walau duit di tabungan minim, bila kita bebas, alangkah bahagianya. Tinggal kerja keras dan mohon rezeki dan berkah dari Sang Maha Pemurah.
Apalagi bila suami narkoba dan tukang pukul seperti Edwan Krisantono. Itulah hidup di neraka...
Hidup bebas adalah surga. Kerja keras penuh semangat agar bisa kontribusi adalah sikap sehari-hari para penghuni surga.
Memang seberapa banyak makanan enak yang bisa masuk perut kita ? Seberapa baju tas sepatu yang bisa kita pakai ? Walau nafsu tidak terbatas. Barang yang kita beli bisa menumpuk sia-sia. Uang banyak hanya tersimpan di bank tanpa bisa dinikmati sepenuhnya. Seberapa banyak kita bisa menggenggam dunia ? Hanya pada Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang tempat kita kembali, membawa cinta dan rindu...
Semoga semua makhluk berbahagia.
TerimaKasih... Namaste
Nyonya Baru
foto by @aMrazing
Lega rasanya... Akad nikah telah selesai. Tugas sebagai istri dan ibu baru sudah menanti... Ehm, ranjang akan panas sepertinya dengan cinta membara. Hahaaay...
Tidak bisa bebas seperti dulu ya. Saat single memang keuangan pas-pasan. Sekarang ada suami yang memberi nafkah. Namun tanggung jawab besar menanti.
Pagi-pagi harus bangun untuk menyiapkan sarapan suami dan anak-anak. Trus mempersiapkan menu hari ini walau ada asisten. Harus mengurus rumah, pakaian, makanan, pelajaran anak-anak. Seperti tugas seorang manager. Hanya ini bayarannya di surga wkkkkk.
Terbayang nikmatnya bangun pagi trus berdoa, meditasi dan yoga. Lanjut baca buku. Baru deh sarapan sederhana lanjut kerja.
Tiap minggu pergi meditasi dan yoga bersama. Setiap bulan menyepi selama 3 hari untuk yoga bersama. Setiap bulan bisa 2 kali atau lebih bhakti sosial, menyalurkan kasih kepada yang membutuhkan. Nikmatnya bisa melayani....
Berkeluarga atau hidup sebatang kara, bekerja keras adalah satu keharusan. Agar chi tubuh mengalir. Agar bisa menghidupi diri. Agar bisa berkontribusi. Agar tidak menjadi benalu.
Kebebasan adalah surga. Surga lebih mudah diraih oleh seorang yang sebatang kara. Life is a choice. Whatever suits you, choose it. And let us celebrate our life ๐
Semoga semua makhluk berbahagia.
TerimaKasih... Namaste ๐
Lega rasanya... Akad nikah telah selesai. Tugas sebagai istri dan ibu baru sudah menanti... Ehm, ranjang akan panas sepertinya dengan cinta membara. Hahaaay...
Tidak bisa bebas seperti dulu ya. Saat single memang keuangan pas-pasan. Sekarang ada suami yang memberi nafkah. Namun tanggung jawab besar menanti.
Pagi-pagi harus bangun untuk menyiapkan sarapan suami dan anak-anak. Trus mempersiapkan menu hari ini walau ada asisten. Harus mengurus rumah, pakaian, makanan, pelajaran anak-anak. Seperti tugas seorang manager. Hanya ini bayarannya di surga wkkkkk.
Terbayang nikmatnya bangun pagi trus berdoa, meditasi dan yoga. Lanjut baca buku. Baru deh sarapan sederhana lanjut kerja.
Tiap minggu pergi meditasi dan yoga bersama. Setiap bulan menyepi selama 3 hari untuk yoga bersama. Setiap bulan bisa 2 kali atau lebih bhakti sosial, menyalurkan kasih kepada yang membutuhkan. Nikmatnya bisa melayani....
Berkeluarga atau hidup sebatang kara, bekerja keras adalah satu keharusan. Agar chi tubuh mengalir. Agar bisa menghidupi diri. Agar bisa berkontribusi. Agar tidak menjadi benalu.
Kebebasan adalah surga. Surga lebih mudah diraih oleh seorang yang sebatang kara. Life is a choice. Whatever suits you, choose it. And let us celebrate our life ๐
Semoga semua makhluk berbahagia.
TerimaKasih... Namaste ๐
Selasa, 07 April 2015
The Purpose of Ayurhypnotherapy
Saya sedang membaca ulang buku yang diberikan saat mengikuti pelatihan untuk menjadi AyurHypnotherapist. Perlu sering membaca dan latihan untuk memperbanyak jam terbang. Semoga bisa memberikan kontribusi sebagai seorang AyurHypnotherapist. Amiiin...
Hypnotherapy bisa untuk:
* Motivasi dan memberdayakan diri.
* Stress Management
* Phobia & Traumatic
* Psychosomatic
* Anesthesia
* Hypnotherapy for Children
* Addiction
* Past Life Regression
* Ericksonian
* etc
TerimaKasih... Namaste
Langganan:
Postingan (Atom)






