Si A ini tampaknya baik. Tapi pembohong kelas wahid. Bermulut dua juga alias muna.
Ibunya tak tahu kalau si A sakit. Ortu pasti mengharapkan yang baik-baik untuk anaknya. Mana tahu si A gila hormat. Ingin kaya raya agar dihormati.
Birds of the same feathers flock together.
Betah si A gaul dengan teman-teman penghayalnya. Mereka menghayal mendapat duit trilyunan dan mendapat jabatan penting sehingga sangat dihormati orang.
Pengangguran-pengangguran itu menghabiskan waktu mereka untuk berdiskusi tentang kekayaan khayalan mereka.
Darimana pengangguran itu makan dan uang saku ? Dari si A bego lah. Si A cukup dipuji-puji, langsung dia seperti kerbau dicocok hidung. Semua tabungannya bakal diberikan untuk si penipu. A bahkan rela berhutang untuk si penipu itu. Gila kan ? Ya, si A memang gila.
11-12 dengan Ibu seorang teman yg membawa anaknya ke seorang Ustaz dengan harapan penyakit bipolar anaknya sembuh. Ibu itu habis 8 juta, bayar ke Ustaz itu, harga sebuah harapan palsu. Mana bisa penyakit bipolar sembuh hanya dengan doa si Ustaz ? Kecuali si Ustaz itu seorang Wali Allah. Itu beda cerita. Dan Wali Allah itu sangat jarang.
Dan si penipu bernama D dan M itu sangat lihai dan jahat. Mereka pengangguran. Mereka mendapat duit dan bisa hidup layak karena ada manusia yang bisa ditipu seperti si A.
Ada seorang Bapak yang mau pensiun. Bapak itu, Z, karyawan biasa di perusahaan swasta. Karena sudah pensiun, Bapak itu menjual rumahnya. Rencana mereka mau beli rumah yang lebih kecil, sisa uang untuk membuat warung.
D yang sangat jahat itu berhasil mendapatkan uang penjualan rumah Bapak Z tanpa sepengetahuan Ibu Z. Dan si D membuat surat perjanjian, yang ditanda-tangani A, bahwa A yang meminjam uang Bapak Z, dan A yang akan mengembalikannya.
D dan M gila itu pengangguran. Mereka tidak puas dari uang hasil keringat A, yang lebih dari 80 % untuk mereka. Mereka tidak puas. Mereka mau si A bego meminjam dan menipu untuk mereka. Dasar si A memang super bego, dia mau. Demi khayalan tinggi dia, yaitu kaya dan dihormati orang.
Istri A minta cerai. Biar A kawin dengan istri yang setara dengan dia, tukang tipu. Klop kan. Nantinya mereka bisa punya anak penipu. Resmi deh jadi keluarga penipu kelas wahid.
Ngapain juga bertahan dengan A. Tidak bahagia dan tidak ada rasa aman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar