Selasa, 15 September 2015

Nasib Sial

   *foto dari FB: Rani Rachmani Moediarta

Kata seorang teman," Aku ini wanita pembawa sial. Usaha suamiku gagal, suami sakit berat."

Ada istri yang katanya bawa hoki. Ada anak bawa hoki. Ada yang bawa sial. Konon.

Ada seorang public figure yang tampaknya hoki. Kuliahnya bagus, pekerjaan bagus, mesra dengan pasangan. Setelah mengenal beliau lebih dalam melalui teman dekatnya, ternyata cerita dia agak kelam sedikit. Suaminya memang sayang sekali padanya, namun kemarin mereka hampir bercerai. Ternyata si suami punya harapan yang tidak bisa diwujudkan oleh si istri.

Bila kita melihat seorang Amy Tan, pastilah dia termasuk orang sukses. Penulis terkenal dengan income besar, tinggal di San Fransisco dengan suami tercinta dalam pernikahan yang awet, senang travelling berdua dengan suami. Kurang apa coba ?

Namun novel otobiografi Amy, "The Opposite of Fate", bercerita tentang pahit manis, suka duka kehidupan yang dijalani Amy.

Saya suka dengan novel-novel karya NH. Dini. Terimakasih telah menulis, Ibu Dini. Tampaknya hidup sebagai istri diplomat sangat menyenangkan. Tinggal di Paris, di desa pedalaman Prancis, dan kota-kota di manca negara tampak menyenangkan. Ternyata tidak juga. Ada faktor yang menyusahkan, misalnya suami pelit, kasar, tidak perhatian dan perhitungan.

Apa yang tampak megah di luar belum tentu indah di dalamnya.

Seorang teman cerita, beliau pernah tinggal di apartemen dengan pemandangan sangat indah. Namun jendela apartemen sering ditutup karena dia menderita depresi berkepanjangan. Padahal apa sii yang menyusahkan ? Suami ada, anak-anak cantik dan sehat, keuangan dan kesehatan bagus. Apalagi si yang dicari, kok depresi segala. Nah, manusia memang makhluk yang kompleks. Tidak bisa dilihat hitam putih saja. Banyak warna lain hihihi.

Urip iku sawang sinawang. Begitu salah satu pepatah Jawa. Rumput tetangga tampak lebih hijau. Padahal mana kita tahu masalahnya. Suka duka silih berganti. Tidak mungkin seseorang itu hidup senang terus. Ada saatnya duka menyapa. Demikian sebaliknya.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur.
Terimakasih. Namaste 😆


Tidak ada komentar:

Posting Komentar