Rabu, 11 Januari 2017

Pukulan Kucing




Saya hidup dengan rasa bersalah, hidup dengan penyesalan. Mengapa saya begitu bodoh. Mengapa saya hidup dengan ignorance parah.

Trus mau bagaimana? Bunuh diri tidak menyelesaikan masalah. Mati hidup mati hidup terus hingga bisa pulang ke rumah sejati.

Bawaan saya depresi. Depresi dan mudah putus asa. Daya juang rendah. Emosi tak terkendali. Gampang ngamuk. Udah gitu hidup pula. Hidup dengan kondisi seperti ini. Mengecewakan.

Ada tulisan yang sangat menghibur dari buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" Ajahn Brahm, judulnya "Pukulan Kucing".

Biksu yang melakukan kesalahan akan dikenai hukuman "pukulan kucing" yaitu dihukum dengan mengelus-ngelus kucing.

Indah skali. Kita terbiasa dengan penghakiman. Bagaimana klo kita yang dihakimi? Rasanya mau bunuh diri. Padahal bunuh diri ribuan kali tidak akan menolong roda karma yang akan terus jalan. Welas asih yang akan menyelamatkan kita dan semua makhluk.

Cerita dalam tulisan "pukulan kucing" ini indah skali. Melegakan jiwa-jiwa pendosa sepertiku.

Ada seseorang yang disiksa karena berlaku sangat jahat pada Ibunya. Siksaan padanya begitu dahsyat, dan akan terus berulang hingga datang seseorang yang akan menggantikan hukuman dia, seorang pendosa yang sama.

Ketika seorang pendosa datang untuk menggantikan hukumannya, dia tidak tega. Dia tidak tega ada orang yang menanggung penderitaan yang tak tertahankan itu. Perasaan welas asih seperti itu membuat diampuni dan dibebaskan dari segala hukuman.

Welas asih. Sifat yang akan menyelamatkan kita semua.
Semoga semua mahkluk berbahagia.
Semoga semua mahkluk bebas dari penderitaan.
Amiin amiiin.
Sampurasun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar