Senin, 20 Juni 2016
Now
Melihat teman yang punya pekerjaan bagus jadi menyesal. Coba dulu aku rajin belajar. Aku bisa punya pekerjaan yang bagus. Duit tak perlu dipikirkan, datang sendiri. Senangnya...
Seandainya aku rajin dulu...
Seandainya aku sadar dulu...
Seandainya aku cerdas dulu...
Seandainya aku tidak menikah dengan pria yang terobsesi kaya mendadak dan gila pujian...
Seandainya aku punya kesadaran...
Mengapa dulu aku tidak cerdas...
Mengapa aku punya orang tua yang keras...
Mengapa aku kurang fit, gampang cape.
Mengapa aku gampang migren...
Mengapa...
Mengapa...
Begitu banyak penyesalan.
Bila dipikir-pikir, hidupku tampak tak berguna. Rasanya lebih baik mati saja...
Begitulah sifat pikiran...
Membandingkan diri dengan orang lain.
Menyesali masa lalu.
Alam begitu harmonis.
Pohon bambu tidak membandingkan diri dengan pohon beringin.
Mawar tidak membandingkan diri dengan melati.
Ikan tidak membandingkan diri dengan burung elang.
Mengapa mereka harus membanding-bandingkan diri.
Just be it.
Membanding-bandingkan diri adalah pekerjaan pikiran.
Menyesali masa lalu adalah pekerjaan pikiran.
Mengkuatirkan masa depan adalah pekerjaan pikiran.
Buang racun pikiran.
Buang racun teman dan keluarga yang suka membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
Kita membandingkan diri mereka dengan Sophia Latjuba, misalnya, mereka pasti ngamuk.
Be in now.
Now and here.
Be grateful.
Namaste
PS: Photo by @aMrazing
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar